MANUSIA DAN PENDERITAAN

·       PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekertadhraartinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan yang akn di hadapi manusia.

 Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan yang dihadapi oleh manusia bermanfaat untuk dijadikan bahan introspeksi diri untuk masing-masing manusia. Penderitaan juga tidak selalu merugikan mental seseorang disini juga sangat berperan seberapa kuat kita menghadapi penderitaan yang mereka alami. Mental juga sangat berperan untuk menghadapi penderitaan yang mereka alami dan mendapat dukungan dari orang-orang sekitar kita.

·        SIKSAAN

Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.

Siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban berat, sehingga dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya. Bagi mereka yang mulai merasakan tidak mampu lebih lama menderita, biasanya terlontar kata-katanya lebih baik mati daripada hidup, dengan pengertian bahwa dengan kematiannya maka berakhirlah penderitaan yang dialaminya. Itulah sebabnya mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil jalan "pintas" dengan bunuh diri. Sebelum melakukan hal tersebut pikirkanlah dengan baik dan matang apa yang kita perbuat tentunya dapat membuat keluarga kita sedih dan kehilangan. Setiap masalah yang kita hadapi pastinya memperoleh jalan keluar sakarang tergantung dari diri kita masing-masing yang mengadapinya .

·       KEKALUTAN MENTAL

Pengertian kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut.

 Dengan mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi atau gila. Orang yang mengalami kekalutan mental membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitarnya mereka membutuhkan perhatian lebih dari keluarga teman terdekatnya serta orang-orang yang menyayanginya.


Sumber    :


MANUSIA DAN KEINDAHAN

·       KEINDAHAN

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the be holder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya."

Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya."

Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."
Keindahan itu indentik dengan sesuatu objek atau subjek yang menarik untuk di lihat, yang sifatnya dapat di sentuh dan berbentuk. namun juga ada keindahan yang tidak dapat di sentuh dan tidak berbentuk, seperti indahnya berbagi, indahnya perbedaan dan lain-lain. keindahan juga tergantung dari perspektif dan cara pandang masing-masing individu. Apa yang dia lihat dan dia pandang belum tentu sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiran kita ini. Orang pun tidak sama menilai suatu objek tersebut.

·       RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung yang berarti berdiam diri memikirkan sesuatu secara mendalam dalam rangka memperbaiki diri dari tingkah laku yang kurang indah yang merupakan siatu bentuk koreksi diri. Merenung juga bisa berari mengevaluasi  diri dari berbagai kesalahan, kealpaan dan dosa, baik itu terhadap orang lain maupun Tuhan.

Kita hidup di dunia ini tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar banyak rintangan yang menghambat kehidupan kita di dunia.  Dengan merenung, kita dapat memberikan waktu kepada logika kita, membantu memberikan jalan kebenaran. sering sekali kita mencari kebenaran dengan hanya menggunakan emosi diri, namun itu hanya akan menambah kesulitan yang ada. bahkan kemurnian hati-pun belum cukup berarti. karena itu, kemurnian hati dan logika kita perlu untuk di pertemukan. Mungkin dengan jalan merenung ini kita dapat menemukan jalan untuk menyelesaikan persoalan yang kita hadapi.

·       KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi yang berarti cocok atau selaras. Keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran. Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi akan tampak indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati .

Kehidupan serasi, selaras, dan seimbang akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila antara kita bersikap dan berprilaku sesuai dengan kodrat, harkat, dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Keserasian merupakan kondisi yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama.

Alam semesta ini terdiri dari makhluk hidup dan tak hidup. Keserasian dapat menggambarkan suasana tertib,teratur damai dan tentram secara lahir dan batin. Keserasian dalam lingkungan keluarga,masyarakat,antar lembaga sangat penting dalam kehidupan ini . dan kita seharusnya menyadari tugas,fungsi,kewajiban,dan hak kita agar kita selalu memiliki rasa saling menghormati dan memiliki keserasian antar umat beragama,antar suku dll.


Sumber    :




Manusia dan Pandangan Hidup


• PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI

a. Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup
bersifat kodrati. Pandangan hidup artinya pendapat pendapat atau
pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk
hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil
pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu
dan tempat hidupnya. Pandangan hidup dasarnya mempunyai unsur –
unsur yaitu cita – cita, kebajikan, usaha, keyakinan / kepercayaan.
Dengan demikian pandangan hidup bukanlah timbul seketika atau
dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses yang panjang.
Sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataanya. Pandangan Hidup
perlu didasari dengan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-
Undang Dasar 1945 dan ini di jadikan pacuan untuk kita hidup di negara
ini.

b. Ideologi

Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang merupakan
nilai – nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar
Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman
hidup suatu bangsa.Selain itu, Ideologi adalah merupakan hasil reflesi
manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap
dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis
antara idiologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat
idiologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat

mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berfikir
masyarakat,bangsa maupun negara,namun juga membentuk
masyarakat menuju cita-citanya. Tujuan utama dibalik ideologi
adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran
normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya
sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik
sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap
pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan
sebagai sistem berpikir yang eksplisit. Dalam setiap negara ideology di
jadikan pedoman sebagai pandangan hidup .

• CITA-CITA

Semua orang pastilah mempunyai cita-cita walaupun pada akhirnya cita-
cita tersebut belum tentu tercapai. Tetapi kita harus terus berusaha untuk
mencapai cita-cita yang kita inginkan . Dan kita juga sebagai insane manusia
hanya bisa berpasrah pada Tuhan Yang Maha Esa karena apa yang menjadi
keinginan kita tak luput dari kekuasaan beliau.

Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya
dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang
menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu
cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang
merintangi tercapainya suatu cita-cita.

Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai
cita-cita. Memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-
citanya setinggi bintang di langit. Tetapi bagaimana faktor manusianya,
mampukah yang bersangkutan mencapainya; demikian juga faktor

kondisinya memungkinkan hal itu. apakah dapat merupakan pendorong
atau penghalang cita-cita.

• KEBAJIKAN

Kebajikan adalah suatu perbuatan,tindakan, kesadaran dan tenggang
rasa dari seseorang terhadap orang lain yang sama-sama hidup didunia.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan
pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri,
perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena itu, karena
mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dan tiga segi, yaitu
manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan
manusia sebagai mahluk Tuhan.

• USAHA/PERJUANGAN

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita.
Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian
hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini
sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup
sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila
seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti
semua ketentuan akademik.Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/
ilmu atau jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya.

Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada
jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani/

tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan
menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia
itu miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu
tidak boleh bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai
dan istirahat ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.Jadi dalam
menjalin hidup ini di butuhkan perjuangan agar hasil yang di dapat tidak
mengecewakan . apabila kita mau berusaha dan bekerja keras niscaya
Tuhan pasti membalasnya dengan hasil yang memuaskan juga.

• KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa
cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.
Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang
tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.
jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan
sering kali menghalangi. keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti
keyakinan dalam memeluk agama.

Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang
menganggap suatu premisi benar. jika kita yakin dalam satu hal
maka kepercayaan akan muncul, keyakinan dan kepercayaan sangat
berdampingan dalam hidup.Kita harus mempunyai keyakinan dalam hidup
ini sangat erlu untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita mampu dan bisa
dengan apa yang kita lakukan . Begitupun dengan kepercayaan apabila di
dalam hati kita tubuh keyakinan maka terjadilah kepercayaan itu juga.

• LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

(1) Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap
pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu

pandangan hidup. Dengan kita mengenal orang lain kita akan banyak sekali
pengalaman tentang berbagai macam hal tersebut.

(2) Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu
sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka
dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa
Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Pancasila ini di
jadikan pedoman dalam diri kita untuk selalu mengingat dasar negara kita.

(3) Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang
tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung
didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan
mengenai pandangan hidup itu sendiri.

Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini,
menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya
kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai
isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi
dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai
kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

(4) Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan,
maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari
kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup
yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk
cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu
tujuan hidupnya.

(5) Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan
meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya
lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan
manfaatnya yang terjadi dalam diri kita sendiri. Pengabdian ini sangat
penting sekali untuk diri kita banyak hal-hal yang baik bila kita mengabdi
dengan sepenuh hati kita.

(6) Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan
diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu
dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cendemng
untuk mengadakan perlawanan.

Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup
itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah
yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya
bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan
suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.dan
sebaiknya untuk kita yang suka bergaul berhati-hatilah saat kita bergaul
agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan diri kita sendiri.

Sumber

http://widyaitaw.blogspot.com/2012/06/usaha-atau-perjuangan.html

http://yodi-adhari.blogspot.com/2010/04/pengertian-pandangan-hidup-dan-ideologi.html

http://wahyuandhika.blogspot.com/2010/05/kebajikan.html

http://okky125.blogspot.com/2012/06/jelaskan-pengertian-keyakinankepercayaa.html

http://ratihseptiaryani.blogspot.com/2010/03/bab-8-manusia-dan-pandangan-hidup.htm

:

Manusia dan Pandangan Hidup


• PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI

a. Pandangan Hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup
bersifat kodrati. Pandangan hidup artinya pendapat pendapat atau
pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk
hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil
pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu
dan tempat hidupnya. Pandangan hidup dasarnya mempunyai unsur –
unsur yaitu cita – cita, kebajikan, usaha, keyakinan / kepercayaan.
Dengan demikian pandangan hidup bukanlah timbul seketika atau
dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses yang panjang.
Sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataanya. Pandangan Hidup
perlu didasari dengan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-
Undang Dasar 1945 dan ini di jadikan pacuan untuk kita hidup di negara
ini.

b. Ideologi

Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang merupakan
nilai – nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar
Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman
hidup suatu bangsa.Selain itu, Ideologi adalah merupakan hasil reflesi
manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap
dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis
antara idiologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat
idiologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat

mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berfikir
masyarakat,bangsa maupun negara,namun juga membentuk
masyarakat menuju cita-citanya. Tujuan utama dibalik ideologi
adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran
normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya
sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik
sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap
pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan
sebagai sistem berpikir yang eksplisit. Dalam setiap negara ideology di
jadikan pedoman sebagai pandangan hidup .

• CITA-CITA

Semua orang pastilah mempunyai cita-cita walaupun pada akhirnya cita-
cita tersebut belum tentu tercapai. Tetapi kita harus terus berusaha untuk
mencapai cita-cita yang kita inginkan . Dan kita juga sebagai insane manusia
hanya bisa berpasrah pada Tuhan Yang Maha Esa karena apa yang menjadi
keinginan kita tak luput dari kekuasaan beliau.

Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya
dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang
menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu
cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang
merintangi tercapainya suatu cita-cita.

Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai
cita-cita. Memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-
citanya setinggi bintang di langit. Tetapi bagaimana faktor manusianya,
mampukah yang bersangkutan mencapainya; demikian juga faktor

kondisinya memungkinkan hal itu. apakah dapat merupakan pendorong
atau penghalang cita-cita.

• KEBAJIKAN

Kebajikan adalah suatu perbuatan,tindakan, kesadaran dan tenggang
rasa dari seseorang terhadap orang lain yang sama-sama hidup didunia.
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan
pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri,
perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena itu, karena
mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dan tiga segi, yaitu
manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan
manusia sebagai mahluk Tuhan.

• USAHA/PERJUANGAN

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita.
Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian
hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini
sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup
sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila
seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti
semua ketentuan akademik.Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/
ilmu atau jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya.

Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada
jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani/

tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan
menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia
itu miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu
tidak boleh bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai
dan istirahat ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.Jadi dalam
menjalin hidup ini di butuhkan perjuangan agar hasil yang di dapat tidak
mengecewakan . apabila kita mau berusaha dan bekerja keras niscaya
Tuhan pasti membalasnya dengan hasil yang memuaskan juga.

• KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa
cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.
Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang
tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.
jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan
sering kali menghalangi. keyakinan sangat penting dalam kehidupan seperti
keyakinan dalam memeluk agama.

Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang
menganggap suatu premisi benar. jika kita yakin dalam satu hal
maka kepercayaan akan muncul, keyakinan dan kepercayaan sangat
berdampingan dalam hidup.Kita harus mempunyai keyakinan dalam hidup
ini sangat erlu untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita mampu dan bisa
dengan apa yang kita lakukan . Begitupun dengan kepercayaan apabila di
dalam hati kita tubuh keyakinan maka terjadilah kepercayaan itu juga.

• LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

(1) Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap
pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu

pandangan hidup. Dengan kita mengenal orang lain kita akan banyak sekali
pengalaman tentang berbagai macam hal tersebut.

(2) Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu
sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka
dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa
Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Pancasila ini di
jadikan pedoman dalam diri kita untuk selalu mengingat dasar negara kita.

(3) Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang
tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung
didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan
mengenai pandangan hidup itu sendiri.

Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini,
menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya
kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai
isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi
dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai
kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

(4) Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan,
maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari
kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup
yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk
cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu
tujuan hidupnya.

(5) Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan
meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya
lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan
manfaatnya yang terjadi dalam diri kita sendiri. Pengabdian ini sangat
penting sekali untuk diri kita banyak hal-hal yang baik bila kita mengabdi
dengan sepenuh hati kita.

(6) Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan
diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu
dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cendemng
untuk mengadakan perlawanan.

Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup
itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah
yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya
bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan
suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.dan
sebaiknya untuk kita yang suka bergaul berhati-hatilah saat kita bergaul
agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan diri kita sendiri.

Sumber

http://widyaitaw.blogspot.com/2012/06/usaha-atau-perjuangan.html

http://yodi-adhari.blogspot.com/2010/04/pengertian-pandangan-hidup-dan-ideologi.html

http://wahyuandhika.blogspot.com/2010/05/kebajikan.html

http://okky125.blogspot.com/2012/06/jelaskan-pengertian-keyakinankepercayaa.html

http://ratihseptiaryani.blogspot.com/2010/03/bab-8-manusia-dan-pandangan-hidup.htm

:

Manusia dan Keadilan


• KEADILAN

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian
besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John
Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik
terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan
(virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada
sistem pemikiran" .

Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita
tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa
ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial
dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi,
banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa
tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena
definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah
meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Maka dalam menghadapi
persoalan keadilan ini kita di tuntut untuk lebih dewasa dalam melakukan
berbagai hal yg menyangkut tentang keadilan. Tidak semua keadilan itu
harus selalu di selesaikan melalui hukum bisa dengan musyawarah juga.

• KEADILAN SOSIAL

Keadilan sosial tercantum dalam Pancasila yaitu sila kedua yang
berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Keadilan sosial
merupakan perwujudan paling konkret dari prinsip-prinsip Pancasila.
Begitu misalnya tidak masuk akal kalau suatu bangsa mengaku ber-

Tuhan dan mengakui keluhuran martabat manusia tetapi membiarkan
rakyatnya menderita kemiskinan. Keadaan dalam mana kekayaan dan
sumberdaya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat.

Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk
oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat, dan pemerintah
yang tidak memenuhi kesejahteraan warganegaranya adalah pemerintah
yang gagal dan karena itu tidak adil. Menurut keadilan sosial, setiap orang
berhak atas “kebutuhan manusia yang mendasar” tanpa memandang
perbedaan “buatan manusia” seperti ekonomi, kelas, ras, etnis, agama,
umur, dan sebagainya.

Untuk mencapai itu antara lain harus dilakukan penghapusan
kemiskinan secara mendasar, pemberantasan butahuruf, pembuatan
kebijakan lingkungan yang baik, dan kesamaan kesempatan bagi
perkembangan pribadi dan sosial. Inilah tugas yang harus dilaksanakan
pemerintah. Dan seharusnya pemerintah lebih melihat kebawah melihat
rakyatnya bagaimana nasib para rakyatnya yang masih banyak tidak
mendapatkan keadilan. Dan bukannya malah menghamburkan uang untuk
kepentingannya masing-masing.

• MACAM – MACAM KEADILAN

a. Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi
rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga
kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang
menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok
baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan
moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.Keadilan timbul
karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras
kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan
terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat

melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya.

c. Keadilan Distributif

Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana
hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak
sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated
equally). Misalnya, pada saat dikelas mega sering sekali maju kedepan
dan mengerjakan soal – soal yang di berikan oleh dosennya sedangkan
arga tidak pernah mengerjakan soal – soal itu tetapi nilai arga
lebih tinggi dibandingkan nilai mega disini mega dinyatakan tidak
mendapatkan keadilan .

d. Keadilan Komutatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan
kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu
merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua
tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan
dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam
masyarakat.

• KEJUJURAN

Kejujuran sangat menentukan kesuksesan hidup seseorang . arti jujur itu
sederhana yaitu tidak berbohong . apabila dalam kehidupan sehari-hari
orang tersebut tidak melakukan hal jujur maka dia tidak akan di percaya
oleh orang lain begitu pun dalam hal bekerja. Kata jujur adalah kata yang
digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Bila seseorang berhadapan
dengan suatu atau fenomena maka seseorang itu akan memperoleh
gambaran tentang sesuatu atau fenomena tersebut. Bila seseorang itu
menceritakan informasi tentang gambaran tersebut kepada orang lain
tanpa ada “perubahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang
seperti itulah yang disebut dengan jujur.

• KECURANGAN

Kecurangan berarti ketidakjujuran seseorang dalam berkompetisi .
kecurangan ini bisa disebabkan karna factor iri,apa yg diinginkan tidak
sesuai dengan hal yang diharapkan makanya orang tersebut dapat
melakukan hal ini .Di zaman yang modern seperti ini banyak sekali
orang-orang yang melakukan kecurangan untuk mementingkan dirinya
sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain seperti apa .orang yang
melakukan kecurangan dapat disebut pengecut karna tidak dapat mengakui
kesalahannya sediri.Hal ini sangat merugikan khalayak dengan berbuat
curang .

• PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah
nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar
namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/
tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai
harganya.Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku
atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah
tingkah laku atau perbuatannya.

Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan ltu, antara lain cara
berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi
orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Pada hakikatnya pemulihan nama baik itu adalah kesadaran yang disadari
oleh manusia karena dia melakukan kesalahan di dalam hidupnya, bahwa
perbuatan yang dia lakukan tersebut tidak sesuai dengan norma – norma
atau aturan – aturan yang ada di negeri ini, selain itu perbuatan yang
menyebabkan hilangnya nama baik seseorang adalah karena perbuatan
yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan ajaran agama yang mereka

jadikan pedoman hidup.

• PEMBALASAN

Pembalasan ini dapat di bagi 2 yaitu pembalasan dengan hal yang baik
dan pembalasan dengan hal yg buruk . pembalasan dengan hal baik
misalnya kita mendapatkan angka 5 dalam ulangan dan teman kita
mendapat angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kita
dan di ulangan selanjutnya kita membalas nilai kita tersebut dengan hasil
yang memuaskan. Kalau pembalasan dengtan hal yang buruk apabila ada
seseorang yang jahat terhadap kita dan kita ingin membalasnya dengan hal
yg jahat pula maka perbuatan itu dapat di katakana dengan balas dendam
dngan perbuatan yang dia lakukan hal tersebut tidak baik untuk ditiru
janganlah kita yg membalas perbuatan yang tidak baik tetapi biarkan orang
yang jahat itu mendapatkan hukumannya dengan sendirinya.

Sumber

http://www.academia.edu/1173055/
KEADILAN_SOSIAL_BAGI_SELURUH_RAKYAT_INDONESIA
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan_sosial
http://aditiodoank.wordpress.com/2011/04/03/macam-macam-keadilan/
http://tifany-tifa.blogspot.com/2011/01/pemulihan-nama-baik.html

: